www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sumatera Selatan

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

DPD REI Sumsel Pastikan Mulai Juni BPHTB Rumah Bersubsidi ...

Posted by On 18.58

DPD REI Sumsel Pastikan Mulai Juni BPHTB Rumah Bersubsidi ...

Berita Palembang

DPD REI Sumsel Pastikan Mulai Juni BPHTB Rumah Bersubsidi Turun

DPD Real Estat Indonesia (REI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan Juni mendatang pungutan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan

DPD REI Sumsel Pastikan Mulai Juni BPHTB Rumah Bersubsidi TurunSRIPOKU.COM/JATI PURWANTIKetua DPD REI Sumsel, Bagus Pranajaya Salam bersama jajaran Pengurus DPD Real Estat Indonesia (REI) Sumsel.

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- DPD Real Estat Indonesia (REI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan Juni mendatang pungutan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) rumah bersubsidi turun.

Penurunan BPHTB tersebut merupakan kebijakan baru yang akan disahkan oleh pemerintah Kota Palembang bulan depan.

Ketua DPD REI Sumsel Bagus Pranajaya Salam mengatakan kebijakan perubahan pengenaaan BPHTB dari nilai Rp 60 juta hingga Rp 100 juta bagi rumah bersubsidi ini akan membuat pembangunan rumah bersubsidi kembali bergairah.

"Pengajuan pengenaaan BPHTB ini sudah dari 2017 lalu namun baru disetujui pemkot Palembang pada Juni 2018. Perda ini akan diberlakukan mulai awal Juni mendatang. Ini sebuah kolaborasi yang baik antara pemerintah dan REI," katanya, Senin (28/05/2018).

Diakui Bagus pengenaaan BPHTB perumahan selama ini menjadi ganjalan bagi pengembang perumahan dalam memasarkan program rumah bersubsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Palembang.

Baca:

Unggah Foto Sedang Umroh, Krisdayanti Lakukan Hal ini, Warganet : Abis Wudhu Sempet-sempetnya!

Pemprov Sumsel Raih Opini WTP, Sekda Terima LHP Pemeriksaan Keuangan TA 2017

"Selama ini masyarakat keberatan untuk membayar pajak (BPHTB) ini. Sebelum ada perda BPHTB itu sebesar Rp 3.500.000 setelah pemberlakuannya nanti masyarakat hanya wajib membayar Rp 1.500.000 saja," imbuhnya.

Bagus menambahkan nantinya jika pihak developer akan menggratiskan biaya tersebut hal itu akan menjadi terobosan yang lebih baik bagi bisnis properti.

Untuk sementara program ini hanya berlaku di Kota Palembang dan belum menyasar rumah komersil. Program ini diharapkan meluas untuk Sumsel dan daerah lainnya serta menjadi pilot project agar rumah subsidi semakin banyak dinikmati masyarakat.

"Ini menjadi preseden yang baik bagi bisnis perumahan bersubsidi di kancah nasional. Ini yang pertama di Indonesia. Daerah Sumsel lainnya Lubuklinggau, Muaraenim, Lahat dan OKU siap menyusul,&q uot; lanjutnya.

Selain itu, perda terbaru tersebut juga hanya mewajibkan pengembang menyertakan Surat Penyertaan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) pada saat proses pembangunan perumahan.

"Jadi, pengembang tidak lagi perlu menyediakan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL). Harapannya kebijakan ini akan menunjang laju pertumbuhan ekonomi di kota Palembang dan program satu rumah dari pemerintah dapat terwujud." tutupnya.(*)

Penulis: Jati Purwanti Editor: pairat Sumber: Sriwijaya Post Ikuti kami di Terungkap Identitas Tengkorak yang Ditemukan Petugas PLN di Rawa, Korban Sempat Posting Hal Ngeri Sumber: Google News | Berita 24 Sumsel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »