www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sumatera Selatan

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Dinkes Sumsel Catat 374 Orang Gangguan Jiwa Belum Bebas dari ...

Posted by On 17.28

Dinkes Sumsel Catat 374 Orang Gangguan Jiwa Belum Bebas dari ...

Berita Palembang

Dinkes Sumsel Catat 374 Orang Gangguan Jiwa Belum Bebas dari Pasung

Sebanyak 374 Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ) di Sumatera Selatan belum terbebas dari masalah pemasungan.

Dinkes Sumsel Catat 374 Orang Gangguan Jiwa Belum Bebas dari PasungSRIPOKU.COM/RAHMALIYAHAsisten III Administrasi dan Umum Pemprov Sumsel, Edward Juliartha (kiri) bersama Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes Prov. Sumsel) Dra. Lesty Nurainy, Apt.,M.Kes saat hadir di sinergi Multisektor dalam Pencegahan dan Pengendalian Pemasungan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Menuju Indonesia Bebas Pasung di Prov. Sumsel, Senin (7/5/2018)

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sebanyak 374 Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ) di Sumatera Selatan belum terbebas dari masalah pemasungan.

Dari jumlah tersebut, dari hasil pemetaan paling banyak terjadi diantaranya di wilayah Musibanyuasin, Musirawas dan Empatlawang. Data tersebut didapat dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan.

Padahal menurut, Asisten III Administrasi dan Umum Pemprov Sumsel, Edward Juliartha, kasus ODGJ ini tak seharusnya berakhir pada pemasungan, karena masih ada jalan lain agar ODGJ bisa kembali menjalani kehidupan normal.

"Mayoritas ini terjadi di daerah dan belum tahu seperti apa harus menangani ODGJ, sehingga kembali ke cara tradisional yakni pemasungan. Dari 7.265 ODGJ, 374 ODGJ mengalami pemasungan," ujarnya usai membuka Sosialisasi Kebijakan: Sinergisitas Multisektor dalam Pencegahan dan Pengendalian Pemasungan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Menuju Indonesia Bebas Pasung di Prov. Sumsel yang diselengga rakan oleh Kementerian Kesehatan RI di Hotel Emilia Palembang, Senin (7/5/2018)

Lebih lanjut Edward menjelaskan, jika masyarakat memiliki keluarga dengan gangguan jiwa tak seharusnya disembunyikan atau bahkan sampai harus dipasung, sebab langkah yang tepat untuk hal ini adalah lewat pengobatan di rumah sakit jiwa.

Baca:

Tanda Akhir Zaman, Lembah Tayeh Di Wilayah Asir Saudi Menghijau, Inilah Pesan Rasulullah

Ngaku Ngefans Ingin Bertemu, Sule Terciduk Komentari Ini di Instagram Kajol, Netizen Ngakak!

Dalam hal perawatan pun tak mengeluarkan biaya, asalkan memiliki Jaminan Sosial Kesehatan (Jamsoskes). Jika belum ada, maka pihak keluarga bisa membuatnya terlebih dahulu.

"ODGJ memang membutuhkan pperlakuan khusus, karena bahkan ada dari mereka yang tak sadar jika dia sebagai penderita. Untuk menuju Sumsel Bebas Pasung 2019, edukasi secara intensif perlu dilakukan terutama pada keluarga,&qu ot; ujarnya

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes Prov. Sumsel) Dra. Lesty Nurainy, Apt.,M.Kes menambahkan, fase awal untuk mereka yang terindikasi ODGJ bisa dimulai dari Puskesmas, yang kemudian akan dirujuk ke RS Jiwa untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

"Kalau ada indikasi pasti dirujuk ke rs. Permasalahan ODGJ ini tidak bisa jalan sendiri tapi perlu sinergi lintas sektor mulai dari, Puskesmas, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kepolisian, bahkan BPJS Kesehatan," ujarnya.

Kata Lesty, dari 17 Kabupaten/Kota, Muara Enim tercatat sebagai salah satu daerah yang dalam hal penanganan ODGJ terbilang berhasil.

"Semua hal yang dilakukan tak terlepas agar mereka bisa kembali normal, produktif dan layak. Kalaupun bertemu dengan ODGJ di jalan bisa dilaporkan ke dinas sosial, jika tak ada identitas maka koordinasinya juga akan dilakukan ke Dukcapil," tutupnya.(*)

Penulis: Rahmaliyah Editor: pairat Sumber: Sriwijaya Post Ikuti kami di Polisi Amankan Wanita Penghibur Berseragam SD di Kaltim, Miris Tingkahnya Rusak Citra Pendidikan Sumber: Google News | Berita 24 Sumsel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »