www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Warga Musi Banyuasin "Sulap" Limbah Batok Kelapa Jadi Pengeras ...

Posted by On 15.28

Warga Musi Banyuasin "Sulap" Limbah Batok Kelapa Jadi Pengeras ...

Seorang pekerja memindahkan uap hasil pembakaran batok kelapa. Usaha ini menjadi andalan bagi warga Desa Nusa Serasan, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.Kompas.com/ Aji YK Putra Seorang pekerja memindahkan uap hasil pembakaran batok kelapa. Usaha ini menjadi andalan bagi warga Desa Nusa Serasan, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

MUSI BANYUASIN, KOMPAS.com - Kepulan asap terlihat membumbung tinggi di samping rumah warga di Desa Nusa Serasan, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Sesekali, mata akan terasa sakit d an napas begitu sesak ketika mendekati lokasi itu.

Meski demikian, tampak seorang pria dengan memakai topi dan mengenakan masker sebagai penutup mulut, berdiri sembari menjaga api tetap menyala untuk membakar habis batok kelapa di tumpukan yang sudah disiapkan dalam sebuah tungku besar.

Awalnya, tempat ini dikira sebagai pabrik pembuatan arang dari limbah batok kelapa. Ini mungkin juga disebabkan karena banyaknya tumpukan batok kelapa yang tersusun di rumah itu.

Namun, siapa sangka arang batok kelapa yang biasanya jadi bahan baku untuk memanggang, seperti kemplang atau ikan, ternyata bukan diperuntukkan untuk hal tersebut.

Arang dari batok kelapa itu, akan kembali menjalani proses untuk dijadikan bahan baku pengganti pengeras karet. Selama ini, umumnya para petani menggunakan zat kimia seperti air keras untuk membekukan karet.

(Baca juga: Usaha Pemuda 26 Tahun Asal Bandung Ini Beromzet Miliaran Rupiah Per Bulan)

Dalam prosesnya, limbah bato k kelapa lebih dulu dikumpulkan. Selanjutnya batok kelapa itu dibakar di dalam tungku. Asap dari pembakaran itu kemudian disalurkan melalui air dingin hingga menghasilkan embun.

Dari tetesan embun itulah yang dikumpulkan dan diendapkan selama 21 hari hingga menghasilkan grade-3 untuk menjadi zat pembeku getah karet yang diberi nama Asap Cair Cap Ayam Jago.

Penemuan bahan baru pembeku karet itu pertama kali dilakukan oleh sekelompok warga Desa Nusa Serasan yang tergabung dalam Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dan kelompok Usaha Ekonomi Masyarakat (UEM) Karya Utama.

Direktur BUMDes dan kelompok Usaha Ekonomi Masyarakat (UEM) Karya Utama, Akhmad Fajari menjelaskan, setidaknya kelompok usaha masyarakat ini mampu memproduksi sebanyak 2.000 liter Asap Cair Cap Ayam Jago, dalam kurun waktu sebulan.

Dari 2.000 liter tersebut, setidaknya 40 kilogram limbah batok diperlukan. Seluruh batok kelapa itu didapatkan dari warga serta petani kelapa yang banyak t ersebar di Kabupaten Musi Banyuasin.

"Temuan ini cukup membantu para petani kebun karet di Kabupaten Muba untuk meningkatkan perekonomian mereka,รข€ kata Fajari, Minggu (15/4/2018).

(Baca juga: Fin Yourdan, Lepas Status Karyawan demi Bangun Usaha Perkayuan)

Produksi pembuatan asap cair inipun dilakukan oleh lima warga. Selain mampu digunakan untuk bahan baku pembeku karet, cairan asap Ayam Jago akan kembali diteliti untuk diperuntukan sebagai bahan pengawet makanan, olahan kosemetik, dan lain sebagainya.

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin pun telah membantu temuan warga ini dengan menyiapkan anggaran belanja dan dana desa tahun 2017 sebesar RP 134 juta.

"Rencananya temuan ini akan dikembangkan lagi. Alhamdulillah Pemkab Muba sudah membantu. Kami juga mendapatkan bantuan permodalan dari Kementerian Pedesaan, Pembangunan Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes dan PDTT) sebesar Rp 50 Juta," ujar Fajari.

Olahan limbah batok kelap a itu ternyata menjadi produk yang akan dipromosikan ke Malaysia, mewakili Sumatera Selatan ajang Indonesia Archipelago Exhibition 2018 awal April 2018 ini. Selain limbah batok kelapa, Muba juga akan memerkan produk jenis makanan dari olahan singkong.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kabupaten Muba Beni Hernedi mengungkapkan, dengan adanya kreativitas warga Kabupaten Muba, tentu akan mendorong kemandirian masyarakat dan tidak tergantung APBD atau Dana Desa dari pusat.

"Seperti asap cair ini merupakan hasil produksi yang sangat inovatif dan ramah lingkungan. Produk asli Kabupaten Muba ini diharapkan bisa menyedot minat konsumen dari Malaysia," ucap Beni.

Usaha mandiri ini juga, diharapkan Beni bisa menjadi solusi dalam mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Muba Sumsel. Selain itu, usaha ini diharapkan bisa berkontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Desa.

Kompas TV Gitar yang diproduksi ada yang berbahan kayu jati, kayu maple, dan ro sewood.

Berita Terkait

Usaha Pemuda 26 Tahun Asal Bandung Ini Beromzet Miliaran Rupiah Per Bulan

Sandiaga Ingin Pengelolaan Sampah Buka Peluang Usaha dan Lapangan Kerja

Pesan Presiden Jokowi agar Industri Besar Bantu Usaha Kecil dan Menengah

Dari Usaha Antaran Hingga Pernikahan

Industri Karet dan Plastik Diproyeksi Akan Sumbang Rp 86 Triliun di Akhir 2017

Terkini Lainnya

Kronologi Ker   icuhan Suporter Saat Laga Arema FC Vs Persib Bandung

Kronologi Kericuhan Suporter Saat Laga Arema FC Vs Persib Bandung

Regional 16/04/2018, 05:25 WIB Raja Arab Saudi Beri Sumbangan Rp 2 Triliun untuk Palestina

Raja Arab Saudi Beri Sumbangan Rp 2 Triliun untuk Palestina

Internasional 16/04/2018, 05:15 WIB Australia Tangguhkan Ekspor Domba Ternak ke Qatar

Australia Tangguhkan Ekspor Domba Ternak ke Qatar

Internasional 15/04/2018, 23:55 WIB Polisi Lalu Lintas di Kota Ini Selalu Bawa Boneka Beruang di Mobil Patroli

Polisi Lalu Lintas di Kota Ini Selalu Bawa Boneka Beruang di Mobil Patroli

Internasional 15/04/2018, 23:37 WIB Debat Pilkada Kota Bandung, Pasangan Calon Paparkan Masalah dan Solusi

Debat Pilkada Kota Bandung, Pasangan Calon Paparkan Masalah dan Solusi

Regional 15/04/2018, 23:25 WIB Pasangan Suami-Istri Asal NTT Akhirnya Dapat KIS dari BPJS Kesehatan

Pasangan Suami-Istri Asal NTT Akhirnya Dapat KIS dari BPJS Kesehatan

Megapolitan 15/04/2018, 23:15 WIB Protes Perubahan Iklim, Pengac   ara Ternama Ditemukan Tewas Bakar Diri

Protes Perubahan Iklim, Pengacara Ternama Ditemukan Tewas Bakar Diri

Internasional 15/04/2018, 23:12 WIB Bentrokan Antara Bonek dengan Warga di Solo Terjadi di Sejumlah Titik

Bentrokan Antara Bonek dengan Warga di Solo Terjadi di Sejumlah Titik

Regional 15/04/2018, 23:04 WIB Laga Arema FC Vs Persib Bandung Rusuh, Korban Luka Berjatuhan

Laga Arema FC Vs Persib Bandung Rusuh, Korban Luka Berjatuhan

Regional 15/04/2018, 23:02 WIB Menangkan Gus Ipul, Cak Imin Siap Turun S   eminggu Sekali ke Jawa Timur

Menangkan Gus Ipul, Cak Imin Siap Turun Seminggu Sekali ke Jawa Timur

Regional 15/04/2018, 22:46 WIB Israel Akan Bebaskan 200 Migran Afrika yang Sempat Dipenjara

Israel Akan Bebaskan 200 Migran Afrika yang Sempat Dipenjara

Internasional 15/04/2018, 22:30 WIB Jika Terpilih, Gus Ipul Janji Tuntaskan Jalur Lintas Selatan

Jika Terpilih, Gus Ipul Janji Tuntaskan Jalur Lintas Selatan

Regional 15/04/2018, 22:16 WIB Mikrobus Terbalik di Ruas Tol Ngawi-Kertosono, Delapan Orang Luka < h3>Mikrobus Terbalik di Ruas Tol Ngawi-Kertosono, Delapan Orang Luka Regional 15/04/2018, 21:57 WIB Korban Pembunuhan Bersaksi di Pengadilan setelah Dua Tahun Meninggal

Korban Pembunuhan Bersaksi di Pengadilan setelah Dua Tahun Meninggal

Internasional 15/04/2018, 21:48 WIB Bentrok dengan Warga di Solo, 1 Suporter Bonek Tewas, 1 Dirawat

Bentrok dengan Warga di Solo, 1 Suporter Bonek Tewas, 1 Dirawat

Regional 15/04/2018, 21:19 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Sumsel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »