www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sumatera Selatan

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pakar menilai MCA fenomena menguatnya keyakinan seseorang

Posted by On 03.13

Pakar menilai MCA fenomena menguatnya keyakinan seseorang

Pakar menilai MCA fenomena menguatnya keyakinan seseorang

id army,hack,Muslim Cyber Army,berita palembang,berita sumsel

Ilustrasi (Reuters)

Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Pakar Komunikasi dari Universitas Indonesia Dr Irwansyah mengatakan keberadaan Muslim Cyber Army (MCA) merupakan salah satu fenomena yang berkembang seiring dengan menguatnya keyakinan seseorang dan komunitas tertentu.
"MCA merupakan bagian dari fenomena menguatnya keyakinan seseorang dan komunitas tertentu dalam masyarakat yang saling terhubung dengan teknologi media berjaringan yang semakin persona l," ujar Irwansyah kepada Antara di Jakarta, Jumat.
Menariknya, kata dia, karena Indonesia pada 2019 akan menyelenggarakan Pemilu Legislatif dan Pilpres, maka dalam kurun waktu 2018 dan 2019 ini diperkirakan akan kental dengan politisasi agama.
"Hal ini karena aktor, media saluran komunikasi, dan pesan (yang bersifat politik) mudah diarahkan dan mengarah kepada kawan dan lawan politik dalam menuju instabilitas pertahanan dan keamanan," jelas dia.
Akan tetapi hal itu berakibat pada dunia investasi dan akan membuat investor menjadi ragu dalam mempercayai Indonesia dalam dua tahun ke depan.
"Oleh karenanya dibutuhkan kearifan setiap kelompok dan pemangku kepentingan dalam mengantisipasi dan beradaptasi dalam perubahan yang sangat dinamis. Ada baiknya karena masih sesama warga negara dirangkul utk membangun kesejahteraan bersama," imbuh dia.
Sebelumnya, pihak kepolisian Indonesia menangkap sedikitnya lima orang yang tergabung dalam grup perca kapan "Whatsapp" MCA. Kelima tersangka tersebut ditangkap di daerah berbeda yakni di Tanjung Priok (Jakarta Utara), Pangkal Pinang, Bali, Sumedang dan Palu.
Berdasarkan barang bukti yang diperoleh Polri, kelompok MCA diduga menyebarkan isu provokatif dan kabar bohong terkait isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), melalui jaringan komunikasi 'Whatsapp'.
(T.I025/T. Susilo) Pewarta : Indriani
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018Sumber: Antara Sumsel Polhukam

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »