www.AlvinAdam.com

Berita 24 Sumatera Selatan

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ironis! Meski Sumsel Sumbang Inflasi Beras Terbesar di Indonesia ...

Posted by On 22.45

Ironis! Meski Sumsel Sumbang Inflasi Beras Terbesar di Indonesia ...

Ironis! Meski Sumsel Sumbang Inflasi Beras Terbesar di Indonesia, Petani Dirasa Belum Makmur

Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai salah satu provinsi penghasil beras terbesar kelima di Indonesia dalam beberapa bulan

Ironis! Meski Sumsel Sumbang Inflasi Beras Terbesar di Indonesia, Petani Dirasa Belum MakmurSRIPOKU.COM/JATI PURWANTISeminar diseminasi hasil pengkajian dan pengembangan sektor perdagangan di Kantor Perwakilan Indonesia, Rabu (21/3//2018).

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai salah satu provinsi penghasil beras terbesar kelima di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir malah tercatat sebagai penyumbang inflasi terbesar di Indonesia.

Data ini diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel belum lama ini.

Ironisnya meski pada tahun 2017 beras di Sumsel surplus hingga 2,5 juta ton, namun belum mampu membuat petani makmur dan masyarakat merasakan beras murah.

Hal tersebut disebabkan oleh margin beras di Sumsel yang berada diurutan enam terbesar di Indonesia karena panjangnya mata rantai pendistribusian beras dari petani hingga sampai ke masyarakat di pasar.

Menyikapi surplus dan margin harga beras yang masih tergolong besar, Prof Taufiq Marwah, Dekan Fakultas Ekonomi yang juga Guru Besar Universitas Sriwijaya (Unsri) mengatakan, bahwa pemerintah mempunyai peran untuk mengendalikan harga beras dengan menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk melindungi konsumen, sehingga saat beras mahal maka ada batas maksimal harga beras yang harus dijual di pasaran.

Baca: PNS di Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Mengaku Jadi Korban Politik

Dalam upaya melindungi petani, pemerintah mengeluarkan kebijakan menetapkan harga terendah saat musim panen.

Hal ini dilakukan agar petani tidak rugi karena saat panen suplai melimpah yang otomatis membuat harga anjlok.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengantisipasi anjloknya harga gabah dan beras dengan penyerapan melalui Badan Urusan Logistik (Bulog).

Halaman selanjutnya 12
Penulis: Jati Purwanti Editor: Reigan Riangga Sumber: Sriwijaya Post Ikuti kami di Usai Sebut Undangan Anak Jokowi Dijual Rp 25 Juta, Arseto Pariadji Ngaku Diteror akan Disembelih Sumber: Google News | Berita 24 Sumsel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »