www.AlvinAdam.com


Berita 24 Sumatera Selatan

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Panen UPSUS PAJALE Pastikan Sumsel Surplus dan Pasok Beras ...

Posted by On 16.05

Panen UPSUS PAJALE Pastikan Sumsel Surplus dan Pasok Beras ...

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Selatan, Dr.Ir. Priatna Sasmita, saat mengikuti panen bersama para petani di desa Srimulyo, kecamatan Air Saleh, Banyuasin, Sabtu, (13/11). Foto: BPTP Sumsel for Sumeks Online.

Sejak dilaksakannya Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedele (UPSUS PAJALE) tahun 2015 oleh Kementerian Pertanian, produksi padi khususnya di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), terus meningkat setiap tahunnya.

Pada tahun 2015 produksi gabah Sumsel sebesar 4.247.922 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara dengan 2.684.687 ton beras. Saat itu, dengan jumlah penduduk Sumsel sebanyak 8.052.315 jiwa (BPS, 2016) dan asumsi konsumsi beras 102 kg per kapita atau total kebutuhan konsumsi 821.337 ton b eras, maka Sumsel Surplus beras 1.863.350 ton.

Setahun kemudian, produksi padi Sumsel 2016 meningkat nyata menjadi 5.074.613 kg GKG setara dengan 2.374.402 ton beras. Dengan jumlah penduduk Sumsel 2016 sebanyak 8.164.242 jiwa, dan total kebutuhan konsumsi beras sebanyak 832.752 ton, maka surplus beras Sumsel meningkat menjadi 2.374.402 ton atau meningkat 27,43% dari tahun sebelumnya. Oleh sebab itu Sumsel juga menjadi pemasok beras setiap tahunnya ke provinsi tetangga, antara lain Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu dan juga Lampung.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Selatan Dr.Ir. Priatna Sasmita, saat mengikuti panen bersama petani di Kecamatan Air Saleh, Banyuasin hari ini (13/01/18), mengemukakan bahwa strategi UPSUS PAJALE di Sumsel ditempuh melalui peningkatan luas tambah tanam (LTT) dan peningkatan provitas.

Baca Juga : Alhamdulillah... Petani Kabupaten ini Panen Melimpah

Peningkatan LTT didorong melalui percepatan waktu tanam serem pak (intensifikasi) yang berimplikasi terhadap peningkatan Indek Pertanaman (IP), sedangkan peningkatan provitas didorong oleh penerapan inovasi dan teknologi unggul.

Percepatan tanam serempak dengan dukungan inovasi teknologi yang tepat di seluruh Kabupaten/Kota di Sumsel, secara nyata tidak hanya meningkatkan provitas dan produksi, tetapi juga bisa tanam dan panen setiap bulannya, dengan kata lain tanam dan panen silih berganti.

Kondisi itu pula yang menyebabkan secara nasional sepanjang tahun tidak ada lagi mengalami paceklik, tegas Sasmita. Dikatakannya pula bahwa buktinya hari ini (13/01/18) Sumsel masih melakukan panen di beberapa Kabupaten/Kota antara lain di: Pagaralam, Lubuk Linggau, Lahat, Musirawas, Musi Banyuasin dan di Banyuasin. Panen di Banyuasin hari inipun berlangsung di berbagai tempat antara lain di Desa Sidoharjo, Desa Sri Mulyo, dan Desa Upang Marga (Kecamatan Air Saleh), serta di beberapa desa sekitarnya (Kecamatan Muara Telang) dengan luas hampar an siap panen tidak kurang dari 500 ha.

Keragaman pertanaman padi siap panen di berbagai lokasi baik varietas unggul seperti Inpari dan Ciherang maupun padi local cukup bagus. Menurut petani setempat hasil dua tahun terakhir ini rata-rata sudah di atas 6,0 ton GKP, pada hal sebelumnya hanya berkisar 3-4 t/ha GKP. Panen di lokasi hari ini dihadiri pula Pj. UPSUS Pusat untuk Banyuasin, para LO UPSUS PAJALE BPTP SUMSEL, PPL, POPT, Ketua Kelompok Tani Panca Usaha dan Kelompok Tani Usaha Muliya (Desa Sidoharjo), Kelompok Tani Karya Tani (Desa Sri Mulyo) serta para petaninya.

Menurut Sasmita Strategi peningkatan LTT oleh Kementerian Pertanian terus ditingkatkan. Strategi ini selain ditempuh melalui percepatan tanam serempak, didukung pula oleh berbagai bantuan sarana dan prasaran melalui peningkatan luas jangkauan ketersediaan air yaitu: pembangunan atau rehab irigasi dan irigasi tersier; pembangunan embung, dam parit, long storage; bantuan pompa dan pipa irigasi; hingga cet ak sawah baru.

Di lain pihak dukungan peningkatan provitaspun terus mendapat perhatian, seperti penyediaan/bantuan alsintan, Varietas Unggul Baru (VUB), Saprodi serta pendampingan penerapan inovasi dan teknologi di tingkat petani. Lebih lanjut dijelaskannya bahwa indikator keberhasilan UPSUS PAJALE di Sumsel salah satunya adalah meningkatnya realisasi tanam 2017 menjadi sekitar 1.100.000 ha, dari 2015 yang hanya sekitar 891.435 ha.

Dengan asumsi rata-rata provitas padi di Sumsel 5 t/ha GKG saja, dapat diprediksi bahwa produksi gabah Sumsel 2017 dapat mencapai sekitar 5,50 juta ton GKG setara dengan 3,46 juta ton beras, atau naik sekitar 1,10 juta ton beras dari tahun 2016. Prestasi ini tentunya membanggakan bukan hanya bagi masyarakat Sumsel tetapi bagi masyarakat Indonesia, sekaligus memantapkan Sumsel sebagai pemasok beras serta salah satu Lumbung Beras Nasional. (PS)

Berita Lainnya!

Tour de Musi Sumeks Cycling-Road to Asian Gam... OCA Beri Catatan Venue yang Harus Diselesaika... Tommy Sugiarto Lolos ke Final, Indonesia Temp... Sriwijaya FC Gilas Bekasi SLC 7-0 Sumber: Google News | Berita 24 Sumsel

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »